Manajemen Penjualan
Penjualan merupakan suatu kegiatan yang dimulai ketika syuatu produk telah jadi,ada dan
setelah terjadi transaksi penjualan,jadi penjualan adalah ilmu atau
seni yang mempengaruhi orang lain agar bersedia membeli barang dan jasa
yang ditawarkan walaupun bagian dari pemasaran peran penjualan didalam
keberhasilan bisnis sangat besar karena peran dalam usaha, inilah yang sebenarnya secara langsung menghasilkan pendapatan atau penerimaan dari perusahaan.
Manajemen
Penjualan adalah suatu proses perencanaan
,pengorganisasian,implementasi,pengendalian terhadap aktifitas kegiatan
menjual yang dilakukan oleh perusahaan melalui tenaga
penjualan.manajemen penjualan termasuk kegiatan penarikan, pemilihan,
perlengkapan, penugasan, penentuan rute, supervise, pembayaran dan
pemotivasian serta pengembangan kemampuan yang diberikan kepada tenaga
penjual.
Proses Manajemen Penjualan
Setiap
adanya proses penjualan mempunyai strategi penjualan ditetapkan maka
untuk selanjutnya maka manajemen tentu harus melaksanakannya dan
mengelola pelaksanaan penjualan.kegiatan pengelolaan dimulai dari
perencanaan penjualan yang meliputi pengenalan pasar dan peran mendesain
organisasi dan struktur organisasi penjual,meramalkan penjualan
menentukan objective penjualan dan manajemen waktu dan didalam penentuan
tujuan harus diturunkan dari tujuan perusahaan pada tingkat manajemen
yang lebih tinggi,tingkatan tujuan penjualan terdiri dari tujuan
korporasi unit bisnis,pemasaran dan penjualan yang beberapa tingkatan
sampai ketujuan individu tenaga penjual.
Tahapan-tahapan Penjualan
Dalam manajemen penjualan perlu adanya tahap-tahap penjualan,sebagai berikut.
1.Prospecting
2.Perencanaan pra penjualan
3.Presentasi Penjualan
4.Mengatasi keberatan prospek
5.Menutup penjualan
Teknik penjualan
Teknik penjualan merupakan cara-cara atau kiat-kiat yang dilakukan oleh penjual dalam rangka meraih konsumen.
Ada lima langkah dalam melakukan
Cara-cara Penjualan,yaitu:
(1)Tentukan Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan
Untuk
menentukan kebutuhan konsumen haruslah terlebih dahulu diadakan semacam
pengamatan atau penelitian sederhana terhadap kebutuhan konsumen,
misalnya barang atau jasa apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen,
Berapajumlahnya, siapa yang membutuhkan dan
kapan mereka memerlukan?
(2) Pilihlah Pasar sasaran Khusus
Ada tiga jenis pasar sasaran khusus, yaitu:
a)
Pasar individual, adalah pasar yang memberikan layanan kepada
individu-individu tertentu untuk memenuhi kebutuhan secara
individual.Jenis pasar ini sangat cocok untuk perusahaan kecil dan
menengah.
b)
Pasar khusus, yaitu pasar yang memberikan pelayanan khusus untuk
konsumen tertentu, misalnya petani, pegawai negeri, pedagang dan
sebagainya Jenis pasar khusus sangat cocok untuk perusahan kecil.
c)
Pasar tersegmentasi, yaitu pasar yeng menyediakan pelayanan bagi kelas
konsumen tertentu, misalnya untuk pelanggan kelas berpendapatan
tinggi,kelas pelanggan berpendapatan sedang dan kelas pelanggan
berpendapatan rendah. Konsumen dikelompokan berdasarkan geografis (desa,
kota),demografis (jenis kelamin, usia,pendaptan, tingkat pendidikan)
dan kelas sosial (tingkat sosial, gaya hidup), serta faktor perilaku.
(3)Tetapkan Posisi Pasar
Setelah menentukan segmentasi pasar, perusahaan harus menentukan posisi
pasar yang ingin diduduki segmen tersebut. Menetapkan posisi pasar
ialah menyusun produk ditempat yang lebih jelas, khas, sehingga
menimbulkan hasrat terhadap produk tersebut dalam pikiran konsumen
daripada produk sejenis yang lain.
(4)Tempatkan Strategi Penjualan dalam Persaingan
Perusahaan
harus lebih siap untuk melakukan bauran pemasaran sebagai strategi
dalam pengelolaan perusahaan. Bauran pemasaran adalah kombinasi
penawaran produk,penetapan harga, metode promosi, dan sistem distribusi
untuk menjangkau kelompok konsumen tertentu.
(5)Pilih Strategi penjualan yang paling Tepat.
Memilih
strategi dengan menempatkan keempat bauran pemasaran, produk,
harga,promosi, dan distribusi.Untuk melakukan program penjulan harus
dilakukantahapan-tahapan sebagai berikut.
(a) Persiapan sebelum penjualan
Kegiatan
pada tahap ini adalah mempersiapkan tenaga penjualan dengan memberikan
pengertian tentang barang yang akan dijual, pasar yang akan dituju,dan
teknik penjualannya.
(b) Penentuan Lokasi Pembeli Potensial
Tahap
kedua adalah menentukan lokasi dari segmen pasar yang menjadi
sasarannya. Dari lokasi inilah dapat disusun daftar calon pembeli atau
pembeli potensial.
(c) Pendekatan Pendahuluan
Sebelum
melakukan penjualan, penjual harus mempelajari semua masalah tentang
calon pembelinya. Selain itu,perlu juga mengetahui tentang produk atau
merk apa yang sedang digunakan dan bagaimana reaksi konsumen untuk
membeli suatu produk.Beberapa informasi perlu dikumpulkan untuk
mendukung penawaran produk kepada pembeli, misalnya tentang kebiasaan
membeli, kegemaran dan kesukaan konsumen. Semuanya merupakan pendekatan
pendahuluan terhadap pasarnya.
(d) Melakukan Penjualan
Penjualan
permulaan dilakukan untuk memikat calon konsumen,kemudian diusahakan
untuk mengetahui daya tarik mereka, dan pada akhirnya penjual melakukan
penjualan kepada pembeli.
(e) Pelayanan Sesudah penjualan (Purna jual)
Kegiatan
penjualan tidak berakhir pada saat pembeli membelidan membayar barang
yang dibelinya, tetapi perlu memberikan pelayanan purna jual. Pelayanan
purna jual diberikan untuk
barang-barang
tahan lama seperti elektornika, lemari es, kendaraan bermotor,
televisi. Pelayanan purna jual ini banyak macamnya, seperti garansi,
reparasi dan pengantaran barang.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kegiatan Penjualan:
Kegiatan penjualan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:
1.Kondisi dan Kemampuan Penjual.
Transaksi
jual-beli atau pemindahan hak milik secara komersial atas barang dan
jasa itu pada prinsipnya melibatkan dua pihak, yaitu penjual sebagai
pihak pertama dan pembeli sebagai pihak kedua.Penjual harus dapat
menyakinkan kepada pembelinya agar dapat berhasil mencapai sasaran
penjualan yang diharapkan.untuk maksud tersebut penjual harus memahami
beberapa masalah penting yang sangat berkaitan, yaitu :
a. Jenis dan karakteristik barang yang di tawarkan.
b. Harga produk.
c. Syarat penjualan seperti: pembayaran, penghantaran, pelayanan sesudah penjualan,garansi dan sebagainya.
2. Kondisi Pasar.
Pasar, sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualannya.
Adapun faktor-faktor kondisi pasar yang perlu diperhatikan adalah:
a. Jenis pasarnya
b. Kelompok pembeli atau segmen pasarnya
c. Daya belinya
d. Frekuensi pembelian
e. Keinginan dan kebutuhan para konsumen
g.harga produk tersebut
3. Modal.
Modal
dalam usaha angat di butuhkan dalam membangun perusahaan. Modal adalah
salah satu factor penunjang jalannya proses usaha. Akan lebih sulit bagi
penjualan barangnya apabila barang yang dijual tersebut belum dikenal
oleh calon pembeli, atau apabila lokasi pembeli jauh dari tempat
penjual. penjual harus memperkenalkan dulu membawa barangnya ketempat
pembeli. untuk melaksanakan maksud tersebut diperlukan adanya sarana
serta usaha,seperti: alat transport, tempat peragaan baik didalam
perusahaan maupun di luar perusahaan,usaha
promosi,yang hanya dapat dilakukan apabila penjualan memiliki sejumlah modal yang diperlukan.
4. Kondisi Organisasi Perusahaan.
Pada
perusahaan besar, biasanya masalah penjualan ditangani oleh bagian
penjualan yang dipegang orang-orang tertentu yang ahli di bidang
penjualan.
5. Faktor lain.
Faktor-faktorlain,seperti:periklanan,peragaan,kampanye,pemberian
hadiah, sering mempengaruhi penjualan.namun untuk melaksanakannya,
diperlukan sejumlah dana yang tidak sedikit. bagi perusahaan yang
bermodal kuat,kegiatan ini secara rutin dapat dilakukan.sedangkan bagi
perusahaan kecil yang mempunyai modal relatif kecil kegiatan ini lebih
jarang dilakukan.
(Swastha dan Irawan,1990).
Prepared by Ridwan Iskandar Sudayat, SE.